Minggu, 05 Mei 2013

Fotografer Dadakan Sebagai Peluang Usaha Unik

Bermula dari hari ini 5 mei 2013 ketika penulis berwisata ke beberapa tempat di daerah Semarang dan ketika datang kedaerah Maerokoco eh dipintu depan gerbang masuk tempat wisata in isudah ada satu orang yang jeprat-jepret mengambil photo semua pengunjung yang baru datang padahal para pengunjung ga memintanya. Aneh sebenarnya bagi yang belum memahami konsep peluang usaha ini namun bagi yang sudah pernah mengerti maka ini sebenarnya sebegai sebuah ide usaha yang cukup kreatif dan sangat prospek.

Jika dilihat dari jenis usahanya ini salah satu peluang bisnis yang bisa dibilang memanfaatkan suatu moment tertentu dan bersifat dadakan dan tanpa persiapan yang sangat teknis misalnya orang yang diphoto harus ini harus itu, namun semua berlangsung secana natural dan begitu para pengunjung temoat wisata mulai pulaang dan meninggalkan tempat wisata maka semua photo yang tadi diambil oleh Fotgrafer dadakan tadi semua terpampang di gelar diatas tikar dan semua pengunung tadi jadi tertarik dan berminat untuk membeli photo mereka atau leuarga mereka sendiri.

Jelas ini merupakan peluang usaha yang cukup cerdik. Modal yang diperlukanpun bisa anda prediksi dari awal yatu sebaikny kamera profesional DSLR, printer, dna sebua laptop yang bisa anda bawa kemana-mana semua peralatan tersebut. Silahkan cari temoat wisata dan juga sebaiknya anda minta ijin dulu untuk membuka usaha photo dadakan ini disana. Jika dirasa tempat itu terlalu ramai maka pilihlah tempat wisata yang oengunjungnya medium biasanya jenis usaha ini tidak ada di daerah yang pengunjungnya tidak banyakm namun jika anda telaten ditempat yang mediumpun insyaAllah akan menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan karena tidak ada kompetitor disana.

Disetiap jenis usaha pastinya ada resiko dong, tidak terkecuali dengan jenis peluang bisnis yang satu ini. Ada resiko ketika photo sudah anda print (dengan kertas khusus glosy atau yang mendekati bahan cetak photo studio) bisa saja photo yang anda print tersebut tidak dibeli oleh empunya ini harus menjadi bagian yang harus anda sadari juga jika mengambil peluang usaha ini. Namun ada strategi untuk mengurangi atau meminimalisir resiko tersebut yaitu dengan cara hanya mencetak photo-photo yang hasilnya bagus, mulai dari gaya orang yang diphoto tersebut terlihat bagus atau gambarnya cukup unik dan menarik maka kemungkinan dibeli akan lebih tinggi dibanding photo yang tidak jelas bahkan tidak jernih.

Ide bisnis ini sebenarny asudah cukup lama, namun tidak terlalu banyak yang mengambilnya. Anda bisa belajar jeprat jepret sesukanya karena ini memakai kamera digital yang bisa anda hapus sewaktu - waktu dan kapsaitas memori masih bisa dipakai lagi. Mengasah kemampuan untuk memphoto obyek atau orang yang bergerak menjadi modal dasar dari jenis ide usaha ini mengingat nanti ketika para pengunjung masuk tempat wisata mereka terus akan berjalans aja dan anda harus mengambil banyak gambar dalam waktu yang singkat dan sebisa mungkin gambar yang dihasilkan adalah yang cukup bagus. Ini merupakan tantangan tersendiri buat yang bisa menjalankan ide bisnis ini.

Ohya yang di Semarang tadi konsumen yang mengambil satu lembar photo dikenakan biaya Rp.5000 jika dihitung kertasnya saja bisa lebih murah dari iru karena kita bisa membeli dalam jumlah yang grosir atau banyak sekaligus dan tinggal diphotong sendiri. Peluang usaha fitigrafer dadakan ini saya rasa akan tetap terbuka peluangnya mengingat tempat wisata selalu dikuunjungi orang-orang dan bisa dari mana saja dan waktu kapan saja. Jadi apakah anda minat dengan ide usaha ini? Monggo..
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.