Selasa, 03 Desember 2013

Menjalankan Bisnis Rumahan Makanan, ini Kiat Jitunya

bisnis rumahan makanan
Kita mungkin sering lewat atau berada di tengah-tengah perkampungan yang kepatadatan penduduknya cukup tinggi. Dan biasanya akan langsung kita saksikan banyaknya usaha atau bisnis rumahan yang langsung nampak di depan mata kita. Bisa berupa bisnis rumah kos-kosan, bisnis laundry kiloan, bisnis salon rumahan, bisnis perlengkapan rumah tangga hingga bisnis fashion atau baju skala rumahan.

Namun ada satu bisnis yang akrab dengan dunia wanita, dan sangat mungkin dijalankan oleh pria namun mudah menjalankannya serta bagus prospeknya, dan bisnis tersebut adalah bisnis makanan skala rumahan. Usaha atau bisnis usaha makanan rumahan tentunya bukan hal baru di tengah-tengah kita.

Banyak bisa kita lihat bisnis makanan di rumah berupa kedai atau rumah makan, kedai bakso, warung gado-gado, warung rujak, hingga industry makanan kue kering maupun kue basah. Kita pun bisa turut merespon peluang bisnis makanan dirumah ini. Bagaimana cara mengambil kesempatan untuk bisnis rumahan makanan ini??? simak yang satu ini.

a. Pilih makanan yang tepat

Semua jenis makanan punya kemungkinan laku untuk dijual, namun tak semua lingkungan bisa menerima jenis makanan tertentu secara umum atau mayoritas. Untuk menjalankan bisnis rumahan makanan, Anda harus menentukan pilihan jenis makanan yang tepat dan mudah laku. Karena perlu diingat bahwasanya makanan punya ketahanan dalam jangka waktu tertentu.

Misal kue basah hanya mampu bertahan satu hari, dan kue kering dalam kemasan pun memiliki masa tertentu. Untuk memilih jenis makanan yang tepat yang hendak diproduksi sebenarnya cukup mudah. Lihat lingkungan sekitar, lalu analisa mengenai prospeknya. Berhubung ini merupakan bisnis rumahan makanan, Anda pun bisa memilih antara usaha membuka warung maupun hanya sebagai pelaku produksi saja. Misal Anda membuka usaha warung, maka pilihlah jenis makanan yang belum dijual di lingkungan kita, misal warung soto, warung tahu campur, atau bisa juga warung bakso khas Malang atau Solo.

b. Jangan takut tidak laku

Tidak lakunya sebuah produk adalah konsekwensi paling buruk bagi sebuah usaha dagang. Namun tentunya, ada beberapa hal yang mendasari atas tidak lakunya sebuah produk atau makanan yang kita tawarkan. Mungkin dari rasa yang kurang enak, mungkin juga karena masyarakat kurang selera dengan jenis makanan yang dibuat, atau mungkin karena daya belinya yang tergolong rendah. Semua bisa ita evaluasi pada saat awal-awal membuka usaha. Yang jelas jangan takut bila tidak laku, karena sebuah aktifitas dagang bisa kita upayakan untuk menjangkau pasar yang cukup luas.

c. Tak harus pandai memasak

Siapapun yang ingin terjun di bisnis rumahan makanan, sebenarnya tak harus sangat pandai dalam memasak atau membuat beberapa menu makanan enak, maupun pandai dalam membuat aneka kue. Untuk bisa memasak kita bisa belajardari siapapun, bisa dari teman, tetangga, hingga dari mbah google. Selain dari pada modal uang, yang dibutuhkan hanyalah niat dan semangat tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.